tukang-kanggo

Review Aplikasi Kanggo – Cari Tukang Bangunan

Ketika kita memiliki hunian tinggal pasti kita kerap kali diperhadapkan dengan masalah yang menghampiri hunian kita secara rutin, seperti atap yang bocor, cat mengelupas, ubin retak, tembok retak, kebocoran pipa dan juga tembok yang lembab karena resapan air. Masalah ini pun juga menghampiri saya, setiap 1-2 tahun saya harus memperbarui dan merawat rumah saya agar tetap terlihat cantik dan nyaman ditinggali seperti pertama kali saya membeli rumah ini.

Rumah yang saya tinggali setelah kurang lebih 6 tahun di daerah Bumi Serpong Damai, ini sudah mulai menunjukkan tanda-tanda harus diperbaiki karena dengan adanya tembok yang lembab, plafon yang rusak karena diterjang hujan yang deras. Tak dipungkiri, terakhir saya memperbaiki dan membuat talang baru sudah kurang lebih 2 (dua) tahun yang lalu, dan sempat ditunda karena adanya pandemi COVID-19.

Singkat cerita, saya menemukan Kanggo karena saya melewati kantor nya yang terletak tidak jauh dari rumah saya.

Kantor Kanggo – Foresta Business Loft

Tampilan UI/UX Aplikasi Kanggo

UI/UX Kanggo – very straightforward

Ketika saya membuka aplikasi Kanggo pertama kali, kesan UI/UX yang straightforward sangat membantu saya menentukan apa yang saya butuhkan. Kebetulan saya membutuhkan tenaga tukang untuk memperbaiki daerah atap dan dak bocor. Hal yang keren bagi saya adalah aplikasi ini sudah memiliki in-app chat sehingga kita tak perlu lagi repot-repot untuk chatting dengan abang tukang bangunan diluar aplikasi, tentunya ini menambah keamanan dan kenyamanan user Kanggo. Nice job!

UI/UX Pemesanan – ada quick selection untuk masalah Anda

Nah ini dia yang membuat pengguna nyaman – adanya pilihan masalah “yang sering” dijumpai pada sekitar atap dan dak beton. Ketika kita pilih salah satu dari pilihan ini, maka aplikasi Kanggo akan langsung memilihkan jumlah tukang yang dibutuhkan – dan kenek bila dibutuhkan. Ketika kata-kata tak lagi cukup menggambarkan masalah, kita pun dapat melampirkan foto masalah yang terjadi pada rumah kita. Agar tentunya memudahkan tukang untuk estimasi bahan dan juga timeline pengerjaan perbaikan rumah kita.

Setelah memasukkan foto dan juga alamat, kita akan diarahkan menuju halaman pembayaran. Lagi-lagi saya terkesan dengan aplikasi ini. Bagaimana tidak, aplikasi ini menawarkan berbagai macam metode pembayaran seperti Virtual Account, Bank Transfer dan juga Kartu Kredit (dengan biaya tambahan, tentunya) – didukung dengan payment gateway Xendit. Sayapun menentukan pilihan menggunakan Virtual Account BCA, dan hitungan beberapa menitpun pembayaran saya berhasil di konfirmasi.

Model Bisnis Aplikasi Kanggo

Model bisnis Kanggo ini sangat mirip dengan GO-JEK, Grab maupun Uber, karena Kanggo menganut Close Marketplace dengan sistem Bid, dimana kita tidak dapat memilih tukang secara langsung, namun tukang dipilihkan oleh backend aplikasi Kanggo, yang mana sangat memudahkan bagi saya, dan saya percaya bahwa Kanggo telah memiliki standar yang mumpuni untuk setiap tukangnya, ditambah belakangan saya tahu bahwa tukang-tukang yang tergabung dalam Kanggo telah berpengalaman dalam mengerjakan perumahan di Bumi Serpong Damai dan juga Summarecon Serpong.

In-App Notification

Tidak lama setelah pembayaran berhasil dikonfirmasi, sayapun berhasil mendapatkan tukang beserta kenek yang dibutuhkan. Sangat seamless padahal saya memesan untuk 2 (dua) hari kedepan. Saya pun juga dihubungi oleh tim Customer Success dari Kanggo untuk konfirmasi pemesanan saya. Sungguh nyaman dan memudahkan saya mencari tukang yang berpengalaman.

Aplikasi Kanggo : Tech-Enabled Tukang?

Ketika hari yang disepakati tiba, tukang yang saya pesan pun datang sangat tepat waktu. Kagetnya saya, tukang – tukang tersebut juga diwajibkan untuk mengabsen dirinya setiap saat memulai pekerjaan melalui scan QR code ataupun selfie di lokasi pekerjaan melalui aplikasi Kanggo untuk tukang itu sendiri. Wah, sangat terjamin bukan? Saya pikir Kanggo sudah melakukan training yang sangat baik kepada setiap tukang nya dalam menggunakan aplikasi Kanggo bagi tukang, tidak ada kendala absensi ataupun kendala aplikasi lainnya yang saya temui ketika di lapangan.

Selain itu, setelah pekerjaan selesai pun para pengguna diminta untuk melakukan penilaian bagi tukang untuk pengguna selanjutnya mengetahui penilaian dan performa dari tukang yang akan digunakan.

Nah demikian review yang dapat saya sampaikan dari sisi pengguna, dan juga pengalaman saya mendirikan startup dan mengelola produk didalam startup, secara overall saya sangat puas menggunakan aplikasi Kanggo dan akan merekomendasikan aplikasi ini ke rekan-rekan saya di Tangerang Selatan untuk mencari tukang yang berperforma baik dan berpengalaman!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *