investasi-graph

Mengenal Investasi Reksadana untuk Pemula

Di zaman yang serba muktahir dan kebutuhan manusia yang semakin banyak, semakin banyak pula cara bagi kita untuk mengelola keuangan, dari yang dulunya kata nenek menyimpan uang dibawah bantal, kemudian menabung di Bank, menginvestasikan di bursa saham dan juga deposito, kini kita mengenal adanya cara investasi baru, yaitu investasi reksadana.

Latar Belakang & Apa itu Investasi Reksadana?

Reksadana, atau dalam bahasa inggris dikenal dengan nama Mutual Fund merupakan salah satu cara atau instrumen investasi dengan berbagai tingkatan resiko yang mengumpulkan beberapa investor (penyetor dana atau pemilik dana) untuk mempercayakan dana nya dikelola oleh manajemen investasi ke berbagai instrumen lainnya, seperti pasar uang, obligasi, surat hutang.

Awal mula Reksadana di Indonesia berawal pada tahun 1976 ketika Pemerintah Republik Indonesia mendirikan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) PT Danareksa yang dibarengi oleh penerbitan PP No.25 Tahun 1976 dengan dasar pertimbangan untuk mempercepat proses perluasan pengikut-sertaan masyarakat dalam pemilikan saham perusahaan-perusahaan swasta melalui pasar modal menuju pemerataan pendapatan, serta untuk lebih efektif menghimpun dana dari masyarakat agar dapat digunakan secara produktif dalam pembiayaan pembangunan nasional.

Hingga kini, pada tahun 2020 terdapat lebih dari 90 Manajer Investasi (MI) yang beroperasi secara legal dan diatur dan diawasi kegiatannya oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan), diantaranya adalah Sucorinvest, Schroder, Trimegah, Danareksa dan lainnya.

Jenis-Jenis Reksadana

Dalam perkembangannya, ada beberapa jenis reksadana yang ada dan beroperasi di Indonesia, diantaranya adalah :

Reksadana Pasar Uang

Reksadana ini adalah reksadana yang memiliki risiko paling kecil diantara yang lainnya. Dengan Reksadana Pasar Uang, Manajer Investasi akan menginvestasikan dana yang dihimpun kedalam instrumen yang memiliki risiko paling kecil, seperti deposito, surat hutang berjangka yang memiliki return lebih besar daripada deposito di bank umum, namun dibawah return investasi saham dan reksadana lainnya. Sehingga jenis reksadana ini cocok bagi pemula yang ingin mencoba berinvestasi di reksadana.

Reksadana Obligasi

Bagi kalian yang ingin mencari return yang lebih besar daripada Reksadana Pasar Uang, maka kalian patut mencoba berinvestasi di Reksadana Obligasi, atau yang biasa dikenal dengan Reksadana Pendapatan Tetap. Dengan Reksadana ini, Manajer Investasi menginvestasikan dana yang dihimpun, sekurang-kurangnya 80% kedalam instrumen yang bersifat surat hutang, seperti obligasi perusahaan, atau kedalam obligasi negara. Dengan return yang lebih besar, sudah tentu pastinya reksadana ini memiliki risiko yang lebih besar daripada Pasar Uang.

Reksadana Campuran

Reksadana campuran adalah reksadana yang himpunan dana nya diinvestasikan oleh manajer investasi kedalam berbagai bentuk instrumen yang memiliki pengelolaan risiko lebih kecil daripada reksadana saham, sehingga dalam reksadana ini, manajer investasi menginvestasikan kedalam pasar uang, obligasi dan juga saham dengan persentase yang berbeda-beda. Sehingga reksadana ini cocok buat kalian yang ingin berinvestasi reksadana saham tapi belum siap untuk menghadapi risiko fluktuasi harga saham yang berubah-ubah setiap harinya.

Reksadana Saham

Sesuai dengan namanya, manajer investasi akan melakukan investasi dengan dana yang dihimpun sekurang-kurangnya 80% kedalam berbagai emiten saham, yang biasanya merupakan saham perusahaan terbuka yang telah melakukan listing di Bursa Efek Indonesia (BEI / IDX). Dengan demikian, risiko reksadana saham adalah yang terbesar, namun sebanding dengan potential return yang cukup besar.

Bagaimana Syarat Memulai Investasi Reksadana?

Dengan kemajuan teknologi serta tersedianya berbagai aplikasi yang memungkinkan kita membeli reksadana secara mudah, dan cepat – tetap saja kita harus memenuhi beberapa syarat sebelum memulai investasi reksadana, diantaranya :

  • Memiliki Rekening di Bank, yang digunakan sebagai sumber dana dan juga digunakan apabila kita melakukan withdraw dari reksadana
  • NPWP (bila ada)
  • Kartu Identitas yang masih berlaku sebagai bagian dari proses due diligence dan KYC (Know Your Customer)

Setelah kalian memiliki ini semua, kini saatnya siap membeli reksadana!

Rekomendasi Aplikasi Penyedia Jasa Investasi Reksadana

Dengan banyaknya aplikasi yang beredar untuk pembelian reksadana, sebetulnya membeli atau menginvestasikan menggunakan aplikasi mana saja tidaklah menjadi masalah, namun selalu perhatikan mana yang menjadi kebutuhan kita dalam memulai investasi. Berikut merupakan rekomendasi aplikasi penyedia jasa pembelian reksadana :

1. Bibit

Bibit, yang dimiliki oleh PT. Bibit Tumbuh Bersama merupakan salah satu aplikasi yang menyediakan pilihan reksadana yang cukup lengkap. Saya sendiri telah menggunakan Bibit kurang lebih selama 1 tahun, dan Bibit memiliki fitur unggulan yang dikenal dengan Robo Advisor, yang singkatnya merupakan fitur robotik untuk mengalokasikan dana yang kita miliki kedalam reksadana yang sesuai dengan profil risiko. Tentunya ketika kalian mendaftar, kalian akan diberikan beberapa pertanyaan untuk mengetahui profil risiko.

Ditambah pula mulai dengan Rp. 10,000 kita juga dapat berinvestasi di bibit, sehingga sangat cocok bagi pelajar yang menyisihkan uang jajan hariannya untuk diinvestasikan di reksadana. Gunakan kode referral bibit kevin277 untuk mendapatkan cashback Rp. 25,000 untuk investasi pertama kalian yang dapat dibayar melalui transfer bank, virtual account, LinkAja, atau bahkan GO-PAY

2. Bareksa

Bareksa, merupakan salah satu aplikasi investasi yang sudah cukup lama beroperasi di Indonesia. Sejak 2013, Bareksa menawarkan investasi reksadana, dan kini telah berevolusi dengan produk-produk baru seperti investasi SBN (Surat Berharga Negara), investasi emas, dan juga investasi tabungan umroh.

Bareksa juga memiliki pilihan reksadana dari manajer investasi yang terlengkap, sejauh yang saya tahu hingga saat ini, selain itu telah meraih penghargaan sebagai Platform Investasi Terbaik di Indonesia oleh The Asian Banker.

3. TanamDuit

TanamDuit, yang dimiliki oleh PT Mercato Digital Asia juga menawarkan pilihan investasi yang kurang lebih sama dengan Bareksa, yaitu investasi reksadana, SBN, dan juga emas. Namun TanamDuit juga memiliki produk yang tidak dimiliki oleh dua kompetitor sebelumnya, yaitu kita dapat membeli asuransi rawat inap, khususnya untuk penyakit tropis dan juga demam berdarah dengan premi yang sangat terjangkau.

4. Ajaib

Ajaib, yang memiliki user lebih dari 1 juta hadir sebagai platform investasi reksadana dan juga investasi saham dengan 1 aplikasi. Dengan ajaib, kita dapat membeli dan juga berinvestasi baik reksadana dengan saham dengan cepat dan mudah, dikarenakan Ajaib telah memiliki izin sebagai sekuritas, sehingga dapat memperdagangkan saham di platform (aplikasi).

Hal ini yang membedakan dengan kompetitor sebelumnya, seperti contoh dengan Bibit yang memiliki Stockbit sebagai aplikasi investasi saham.

Nah demikian sekelumit tentang seluk-beluk mengenai Reksadana, semoga bermanfaat bagi kalian yang ingin memulai berinvestasi untuk masa depan menggunakan reksadana!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *